ٱلَّذِينَ هُمْ فِى غَمْرَةٍ سَاهُونَ
Allażīna hum fī gamratin sāhūn(a).
(yaitu) orang-orang yang terbenam (dalam kebodohan) lagi lalai (dari urusan akhirat)!
Yang Menerbangkan · 4 ayat (11–14 dari 60)
ٱلَّذِينَ هُمْ فِى غَمْرَةٍ سَاهُونَ
Allażīna hum fī gamratin sāhūn(a).
(yaitu) orang-orang yang terbenam (dalam kebodohan) lagi lalai (dari urusan akhirat)!
Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang banyak berdusta dikutuk oleh Allah. Mereka termasuk golongan orang-orang yang sangat jahil, yang berkecimpung dalam kegelapan dan kesesatan, juga terbenam dalam kebodohan dan kelalaian yang sangat menyedihkan.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 11
يَسْــَٔلُونَ أَيَّانَ يَوْمُ ٱلدِّينِ
Yas'alūna ayyāna yaumud-dīn(i).
Mereka bertanya, “Kapankah hari Pembalasan itu?”
Ayat ini mengungkapkan ketika orang musyrik itu mencemoohkan bertanya kepada Nabi saw, "Kapankah datangnya hari pembalasan itu?"
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 12
يَوْمَ هُمْ عَلَى ٱلنَّارِ يُفْتَنُونَ
Yauma hum ‘alan-nāri yuftanūn(a).
(Hari Pembalasan terjadi) pada hari (ketika) mereka diazab dalam api neraka.
Ayat ini mengungkapkan bahwa hari pembalasan itu ialah hari ketika orang-orang kafir di azab dengan azab yang sangat pedih di atas api neraka. Sesungguhnya orang-orang musyrik itu jika mempunyai hamba sahaya yang bekerja sebagai buruh harian tentu akan memeriksa pekerjaan mereka sebelum mereka diberi upah. Mereka memeriksa, bertanya dan meneliti hasil pekerjaan buruhburuh mereka. Apakah tidak dipikirkan oleh mereka tentang pengabdian sekalian manusia kepada Allah yang telah melimpahkan segala macam kenikmatan kepadanya, mulai dari penciptaan langit dan bumi dan segala isinya sampai kepada pemenuhan segala hajat kebutuhan manusia seperti sandang, pangan, perumahan, jaminan hari tua, dan sebagainya. Apakah patut Allah membiarkan mereka hidup berfoya-foya saja, padahal Allah tidak menciptakan manusia secara sia-sia, bahkan pasti akan mengadakan hari kebangkitan dan hari pembalasan? Oleh karena mereka tenggelam dalam arus kebodohan dan kelalaian, maka hal-hal yang sangat masuk akal dan nyata itu dibiarkan lewat begitu saja tanpa kesungguhan dan perhatian, dan barulah mereka sadar ketika mereka diazab di dalam api neraka.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 13
ذُوقُواْ فِتْنَتَكُمْ هَـٰذَا ٱلَّذِى كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ
Żūqū fitnatakum, hāżal-lażī kuntum bihī tasta‘jilūn(a).
(Dikatakan kepada mereka,) “Rasakanlah azabmu! Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan.”
Di samping azab yang amat pedih, mereka juga menderita azab rohani ketika para malaikat berkata, "Rasakanlah azabmu ini yang dahulu kamu waktu di dunia selalu kamu minta supaya disegerakan."
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 14
Pengulangan dimatikan.