QS. Adz-Dzariyat Ayat 19-20

Yang Menerbangkan · 2 ayat (19–20 dari 60)

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
Tampilkan rentang ayat
dari 60 ayat Semua ayat
19

وَفِىٓ أَمْوَٲلِهِمْ حَقٌّ لِّلسَّآئِلِ وَٱلْمَحْرُومِ

Wa fī amwālihim ḥaqqul lis-sā'ili wal-maḥrūm(i).

Pada harta benda mereka ada hak bagi orang miskin yang meminta dan yang tidak meminta.

Tafsir QS. Adz-Dzariyat Ayat 19

Ayat ini menjelaskan bahwa di samping mereka melaksanakan salat wajib dan sunah, mereka juga selalu mengeluarkan infaq fi sabilillah dengan mengeluarkan zakat wajib atau sumbangan derma atau sokongan sukarela karena mereka memandang bahwa pada harta-harta mereka itu ada hak fakir miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak meminta bagian karena merasa malu untuk meminta. Ibnu Jarir meriwayatkan sebuah hadis dari Abu Hurairah bahwa Nabi Muhammad saw pernah menerangkan siapa saja yang tergolong orang miskin, dengan sabdanya: Bukanlah orang miskin itu yang tidak diberi sebiji dan dua biji kurma atau sesuap dan dua suap makanan. Beliau ditanya, "(Jika demikian) siapakah yang dinamakan miskin itu?" Beliau menjawab, "Orang yang tidak mempunyai apa yang diperlukan dan tidak dikenal tempatnya sehingga tidak diberikan sedekah kepadanya. Itulah orang yang mahrum tidak dapat bagian." (Riwayat Ibnu Jarir dari Abu Hurairah) Di dalam Al-Qur'an terdapat tiga kelompok ayat yang selalu ber dampingan, tidak dapat dipisahkan yaitu perintah untuk salat danmengeluarkan zakat, perintah supaya taat kepada Allah dan rasulNya, dan perintah untuk bersyukur kepada Allah dan kedua ibubapak. Setelah Allah menerangkan sifat-sifat orang yang bertakwa, maka Allah menjelaskan bahwa mereka itu melihat dengan hati nurani tanda-tanda kekuasaan Allah pada alam kosmos, pada alam semesta yang melintang di sekelilingnya, di bumi dan di langit sehingga memiliki ketenangan jiwa, sebagai tanda seorang yang sudah makrifah kepada Allah.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 19

20

وَفِى ٱلْأَرْضِ ءَايَـٰتٌ لِّلْمُوقِنِينَ

Wa fil-arḍi āyātul lil-mūqinīn(a).

Di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang yakin.

Tafsir QS. Adz-Dzariyat Ayat 20

Ayat ini menerangkan bahwa di bumi ini terdapat tandatanda yang menunjukkan kekuasaan Allah bila dilihat dengan mata hati yaitu benda-benda yang besar, cantik dan indah seperti matahari, bulan, gunung-gunung, hutan yang lebat, perkebunan yang subur, samudera yang biru luas sepanjang penglihatan mata yang diisi dengan bermacam-macam ikan seperti yang nampak dalam akuarium, dan lain-lain. Itu semuanya menunjukkan betapa agung dan sempurna Penciptanya yaitu Allah Rabbul 'alamin. Tafakur tentang keindahan alam ini benar-benar menambah cinta dan keyakinan orang yang yakin akan kekuasaan Allah. (

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 20

Logo Islamipedia

Dukung Islamipedia

Dukung Rp10.000/bulan untuk pengembangan platform Islamipedia