وَتَرَكْنَا فِيهَآ ءَايَةً لِّلَّذِينَ يَخَافُونَ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ
Wa taraknā fīhā āyatal lil-lażīna yakhāfūnal-‘ażābal-alīm(a).
Kami meninggalkan suatu tanda (kebesaran-Nya di (negeri) itu bagi orang-orang yang takut pada azab yang pedih.
Yang Menerbangkan · 2 ayat (37–38 dari 60)
وَتَرَكْنَا فِيهَآ ءَايَةً لِّلَّذِينَ يَخَافُونَ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ
Wa taraknā fīhā āyatal lil-lażīna yakhāfūnal-‘ażābal-alīm(a).
Kami meninggalkan suatu tanda (kebesaran-Nya di (negeri) itu bagi orang-orang yang takut pada azab yang pedih.
Pada ayat ini Allah swt menerangkan, bahwa peristiwa penghancuran kaum Lut hendaknya dijadikan peringatan bagi orangorang yang takut kepada Allah, dan bekas-bekas peristiwa itu dapat dilihat tanda-tandanya yaitu tumpukan batu-batu tempat diturunkan azab yang telah amblas (masuk ke dalam bumi) dan berbentuk sebuah danau yaitu danau Tabariyah (laut mati). Ayat ini mengandung isyarat, bahwa jika pada sebuah kota terdapat unsur kekafiran dan kefasikan yang sudah merajalela, maka jumlah orang Mukmin yang sedikit tidak dapat menghalang-halangi datangnya azab, dan bila mayoritas penduduknya terdiri dari umat yang saleh, maka mereka dapat terpelihara dari azab, walaupun terdapat di dalamnya beberapa orang yang durhaka kepada Tuhan.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 37
وَفِى مُوسَىٰٓ إِذْ أَرْسَلْنَـٰهُ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ بِسُلْطَـٰنٍ مُّبِينٍ
Wa fī mūsā iż arsalnāhu ilā fir‘auna bisulṭānim mubīn(in).
(Begitu pula Kami meninggalkan) pada Musa (tanda-tanda kekuasaan Allah) ketika Kami mengutusnya kepada Fir‘aun dengan membawa mukjizat yang nyata.
Pada ayat ini Allah menerangkan bahwa dalam kisah Musa terdapat suatu iktibar untuk orang-orang yang berpikir. Yaitu ketika Allah mengutus Musa kepada Fir'aun dengan mengemukakan keterangan yang meyakinkan serta diperkuat dengan mukjizat yang nyata yang dapat disaksikan dengan mata kepala manusia pada waktu itu
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 38
Pengulangan dimatikan.