وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Wa min kulli syai'in khalaqnā zaujaini la‘allakum tażakkarūn(a).
Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).
Yang Menerbangkan · 2 ayat (49–50 dari 60)
وَمِن كُلِّ شَىْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Wa min kulli syai'in khalaqnā zaujaini la‘allakum tażakkarūn(a).
Segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).
Selanjutnya Allah swt menerangkan bahwa Dia menciptakan segala macam kejadian dalam bentuk yang berlainan dan dengan sifat yang bertentangan. Yaitu setiap sesuatu itu merupakan lawan atau pasangan bagi yang lain. Dijadikan-Nya kebahagiaan dan kesengsaraan, petunjuk dan kesesatan, malam dan siang, langit dan bumi, hitam dan putih, lautan dan daratan, gelap dan terang, hidup dan mati, surga dan neraka, dan sebagainya. Semuanya itu dimaksudkan agar manusia ingat dan sadar serta mengambil pelajaran dari semuanya, sedangkan Allah Maha Esa tidak memerlukan pasangan. Dengan demikian hanya Allah yang tidak membutuhkan yang lain. Sehingga mengetahui bahwa Allah-lah Tuhan yang Maha Esa yang berhak disembah dan tak ada sekutu bagi-Nya. Dia-lah yang kuasa menjadikan segala sesuatu dan Dia pulalah yang kuasa untuk memusnahkannya, Dialah yang juga kuasa menciptakan segala sesuatu berpasang-pasang, bermacam-macam jenis dan bentuk, sedangkan mahluk-Nya tidak berdaya dan harus menyadari hal itu. Penjelasan mengenai Allah menciptakan segala sesuatunya berpasang-pasangan menurut kajian ilmiah dapat dilihat pada penjelasan Surah asy-Syura/42: 11. (
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 49
فَفِرُّوٓاْ إِلَى ٱللَّهِۖ إِنِّى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ مُّبِينٌ
Fa firrū ilallāh(i), innī lakum minhu nażīrum mubīn(un).
Maka, (katakanlah kepada mereka, wahai Nabi Muhammad,) “Bersegeralah kembali (taat) kepada Allah. Sesungguhnya aku adalah seorang pemberi peringatan yang jelas dari-Nya untukmu.
Oleh sebab itu, hendaklah manusia meminta perlindungan kepada Allah dan berpegang kepada-Nya dalam segala urusan dan masalahnya dengan menaati segala perintah-Nya dan bekerja untuk tujuan taat kepada-Nya. Allah swt selanjutnya akan menyiksa orangorang yang tidak menaati perintah-Nya. Pada akhir ayat ini Allah memerintahkan rasul-Nya supaya menegaskan bahwa ia sesungguhnya mendapat amanat dari Allah swt untuk menyampaikan kepada manusia bahwa Allah swt akan membalas dengan siksaan kepada mereka atas segala pelanggaran pelanggaran terhadap perintah-Nya, sebagaimana Allah swt menurunkan siksa-Nya kepada umat-umat yang terdahulu.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 50
Pengulangan dimatikan.