أَتَوَاصَوْاْ بِهِۦۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ
Atawāṣau bih(ī), bal hum qaumun ṭāgūn(a).
Apakah mereka saling menasihati tentang (apa yang dikatakan) itu? (Tidak!) Sebaliknya, mereka adalah kaum yang melampaui batas.
Yang Menerbangkan · 2 ayat (53–54 dari 60)
أَتَوَاصَوْاْ بِهِۦۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ طَاغُونَ
Atawāṣau bih(ī), bal hum qaumun ṭāgūn(a).
Apakah mereka saling menasihati tentang (apa yang dikatakan) itu? (Tidak!) Sebaliknya, mereka adalah kaum yang melampaui batas.
Dalam ayat ini Allah mencela orang-orang kafir itu dengan mengatakan, "Apakah orang-orang yang kafir terdahulu itu telah berpesan kepada yang kemudian dari mereka untuk mendustakan Muhammad saw dan mereka datang kemudian itu betul-betul menerima dan mengikuti saran tersebut?" Mereka sesungguhnya adalah kaum yang durhaka yang melampaui batas dalam pelanggaran-pelanggaran ketentuan agama dan akal. Kedurhakaan mereka itulah yang merupakan tali pengikat antara orang-orang yang terdahulu dengan orang-orang kemudian yang seolah-olah memanifestasikan adanya pesan tersebut.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 53
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ فَمَآ أَنتَ بِمَلُومٍ
Fa tawalla ‘anhum famā anta bimalūm(in).
Berpalinglah dari mereka, maka engkau sama sekali bukan orang yang tercela.
Muhammad saw diperintahkan Allah supaya berpaling dari mereka, dan Allah menerangkan bahwa ia tidak tercela karena Dia tidak membebani Rasulullah untuk mengislamkan kaum kafir Mekah. Tugasnya hanyalah melakukan dakwah dan ini telah dilakukannya.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 54
Pengulangan dimatikan.