عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ
‘Abdan iżā ṣallā.
seorang hamba ketika dia melaksanakan salat?
Segumpal Darah · 3 ayat (10–12 dari 19)
عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ
‘Abdan iżā ṣallā.
seorang hamba ketika dia melaksanakan salat?
Allah bertanya kepada Nabi Muhammad, yang maksudnya meminta beliau memperhatikan orang yang melarang manusia melakukan salat. Orang yang dilarang adalah Nabi Muhammad saw untuk melakukan salat di Masjidil Haram. Sedangkan yang melarang adalah Abu Jahal. Ia mengancam Nabi saw dengan kata-kata:
Abu Jahal berkata, "Jika saya melihat Muhammad salat di Ka'bah, saya akan lindas-lindaskan tengkuknya (ke tanah)." Ketika hal itu sampai kepada Nabi saw., beliau bersabda, "Jika itu ia lakukan, malaikat akan menghajarnya." (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas)
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 10
أَرَءَيْتَ إِن كَانَ عَلَى ٱلْهُدَىٰٓ
Ara'aita in kāna ‘alal-hudā.
Bagaimana pendapatmu kalau terbukti dia berada di dalam kebenaran
Selanjutnya Allah meminta Nabi Muhammad memperhatikan, seandainya orang yang dilarang salat di masjid itu membawa hidayah dan membimbing orang kepada iman, dan mengajak orang kepada ketakwaan, yaitu mengerjakan kebaikan dan kebenaran. Tindakan itu pasti lebih baik, karena pasti menguntungkan dirinya dan masyarakatnya. Orang yang berperilaku seperti itu adalah Nabi Muhammad sendiri. Itu adalah dua perilaku yang bertolak belakang dan bertentangan seperti siang dan malam: yang pertama jahat dan membawa kepada kejahatan, dan yang kedua baik dan membawa kepada kebaikan.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 11
أَوْ أَمَرَ بِٱلتَّقْوَىٰٓ
Au amara bit-taqwā.
atau dia menyuruh bertakwa (kepada Allah)?
Selanjutnya Allah meminta Nabi Muhammad memperhatikan, seandainya orang yang dilarang salat di masjid itu membawa hidayah dan membimbing orang kepada iman, dan mengajak orang kepada ketakwaan, yaitu mengerjakan kebaikan dan kebenaran. Tindakan itu pasti lebih baik, karena pasti menguntungkan dirinya dan masyarakatnya. Orang yang berperilaku seperti itu adalah Nabi Muhammad sendiri. Itu adalah dua perilaku yang bertolak belakang dan bertentangan seperti siang dan malam: yang pertama jahat dan membawa kepada kejahatan, dan yang kedua baik dan membawa kepada kebaikan.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 12
Pengulangan dimatikan.