QS. Al-'Alaq Ayat 4-6

Segumpal Darah · 3 ayat (4–6 dari 19)

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
Tampilkan rentang ayat
dari 19 ayat Semua ayat
4

ٱلَّذِى عَلَّمَ بِٱلْقَلَمِ

Allażī ‘allama bil-qalam(i).

yang mengajar (manusia) dengan pena.

Tafsir QS. Al-'Alaq Ayat 4

Di antara bentuk kepemurahan Allah adalah Ia mengajari manusia mampu menggunakan alat tulis. Mengajari di sini maksudnya memberinya kemampuan menggunakannya. Dengan kemampuan menggunakan alat tulis itu, manusia bisa menuliskan temuannya sehingga dapat dibaca oleh orang lain dan generasi berikutnya. Dengan dibaca oleh orang lain, maka ilmu itu dapat dikembangkan. Dengan demikian, manusia dapat mengetahui apa yang sebelumnya belum diketahuinya, artinya ilmu itu akan terus berkembang. Demikianlah besarnya fungsi baca-tulis.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 4

5

عَلَّمَ ٱلْإِنسَـٰنَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

‘Allamal-insāna mā lam ya‘lam.

Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Tafsir QS. Al-'Alaq Ayat 5

Di antara bentuk kepemurahan Allah adalah Ia mengajari manusia mampu menggunakan alat tulis. Mengajari di sini maksudnya memberinya kemampuan menggunakannya. Dengan kemampuan menggunakan alat tulis itu, manusia bisa menuliskan temuannya sehingga dapat dibaca oleh orang lain dan generasi berikutnya. Dengan dibaca oleh orang lain, maka ilmu itu dapat dikembangkan. Dengan demikian, manusia dapat mengetahui apa yang sebelumnya belum diketahuinya, artinya ilmu itu akan terus berkembang. Demikianlah besarnya fungsi baca-tulis.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 5

6

كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَيَطْغَىٰٓ

Kallā innal-insāna layaṭgā.

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya manusia itu benar-benar melampaui batas

Tafsir QS. Al-'Alaq Ayat 6

Allah menyesali manusia karena banyak mereka yang cenderung lupa diri sehingga melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas, yaitu kafir kepada Allah dan sewenang-wenang terhadap manusia. Kecenderungan itu terjadi ketika mereka merasa sudah berkecukupan. Dengan demikian, ia merasa tidak perlu beriman, dan karena itu ia berani melanggar hukum-hukum Allah. Begitu juga karena sudah merasa berkecukupan, ia merasa tidak butuh orang lain dan merasa berkuasa, dan karena itu ia akan bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain itu.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 6

Logo Islamipedia

Dukung Islamipedia

Dukung Rp10.000/bulan untuk pengembangan platform Islamipedia