QS. Al-'Alaq Ayat 6-10

Segumpal Darah · 5 ayat (6–10 dari 19)

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
Tampilkan rentang ayat
dari 19 ayat Semua ayat
6

كَلَّآ إِنَّ ٱلْإِنسَـٰنَ لَيَطْغَىٰٓ

Kallā innal-insāna layaṭgā.

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya manusia itu benar-benar melampaui batas

Tafsir QS. Al-'Alaq Ayat 6

Allah menyesali manusia karena banyak mereka yang cenderung lupa diri sehingga melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas, yaitu kafir kepada Allah dan sewenang-wenang terhadap manusia. Kecenderungan itu terjadi ketika mereka merasa sudah berkecukupan. Dengan demikian, ia merasa tidak perlu beriman, dan karena itu ia berani melanggar hukum-hukum Allah. Begitu juga karena sudah merasa berkecukupan, ia merasa tidak butuh orang lain dan merasa berkuasa, dan karena itu ia akan bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain itu.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 6

7

أَن رَّءَاهُ ٱسْتَغْنَىٰٓ

Ar ra'āhustagnā.

ketika melihat dirinya serba berkecukupan.

Tafsir QS. Al-'Alaq Ayat 7

Allah menyesali manusia karena banyak mereka yang cenderung lupa diri sehingga melakukan tindakan-tindakan yang melampaui batas, yaitu kafir kepada Allah dan sewenang-wenang terhadap manusia. Kecenderungan itu terjadi ketika mereka merasa sudah berkecukupan. Dengan demikian, ia merasa tidak perlu beriman, dan karena itu ia berani melanggar hukum-hukum Allah. Begitu juga karena sudah merasa berkecukupan, ia merasa tidak butuh orang lain dan merasa berkuasa, dan karena itu ia akan bertindak sewenang-wenang terhadap orang lain itu.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 7

8

إِنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلرُّجْعَىٰٓ

Inna ilā rabbikar-ruj‘ā.

Sesungguhnya hanya kepada Tuhanmulah tempat kembali(-mu).

Tafsir QS. Al-'Alaq Ayat 8

Allah menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa mereka yang durhaka itu akan kembali kepada-Nya. Mereka pasti mati dan akan berhadapan dengan-Nya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Bila mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, berarti mereka nanti akan tahu, bahwa mereka akan diazab dan menyesal. Dalam ayat lain, Allah berfirman mengenai bagaimana keadaan yang akan dialami para pendurhaka itu:

Dan janganlah engkau mengira, bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat oleh orang yang zalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak, mereka datang tergesa-gesa (memenuhi panggilan) dengan mengangkat kepalanya, sedang mata mereka tidak berkedip-kedip dan hati mereka kosong. (Ibrahim/14: 42-43)

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 8

9

أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يَنْهَىٰ

Ara'aital-lażī yanhā.

Tahukah kamu tentang orang yang melarang

Tafsir QS. Al-'Alaq Ayat 9

Allah bertanya kepada Nabi Muhammad, yang maksudnya meminta beliau memperhatikan orang yang melarang manusia melakukan salat. Orang yang dilarang adalah Nabi Muhammad saw untuk melakukan salat di Masjidil Haram. Sedangkan yang melarang adalah Abu Jahal. Ia mengancam Nabi saw dengan kata-kata:

Abu Jahal berkata, "Jika saya melihat Muhammad salat di Ka'bah, saya akan lindas-lindaskan tengkuknya (ke tanah)." Ketika hal itu sampai kepada Nabi saw., beliau bersabda, "Jika itu ia lakukan, malaikat akan menghajarnya." (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas)

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 9

10

عَبْدًا إِذَا صَلَّىٰٓ

‘Abdan iżā ṣallā.

seorang hamba ketika dia melaksanakan salat?

Tafsir QS. Al-'Alaq Ayat 10

Allah bertanya kepada Nabi Muhammad, yang maksudnya meminta beliau memperhatikan orang yang melarang manusia melakukan salat. Orang yang dilarang adalah Nabi Muhammad saw untuk melakukan salat di Masjidil Haram. Sedangkan yang melarang adalah Abu Jahal. Ia mengancam Nabi saw dengan kata-kata:

Abu Jahal berkata, "Jika saya melihat Muhammad salat di Ka'bah, saya akan lindas-lindaskan tengkuknya (ke tanah)." Ketika hal itu sampai kepada Nabi saw., beliau bersabda, "Jika itu ia lakukan, malaikat akan menghajarnya." (Riwayat al-Bukhari dari Ibnu 'Abbas)

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 10

Logo Islamipedia

Dukung Islamipedia

Dukung Rp10.000/bulan untuk pengembangan platform Islamipedia