ثُمَّ عَفَوْنَا عَنكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٲلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Ṡumma ‘afaunā ‘ankum mim ba‘di żālika la‘allakum tasykurūn(a).
Setelah itu, Kami memaafkan kamu agar kamu bersyukur.
Sapi · 2 ayat (52–53 dari 286)
ثُمَّ عَفَوْنَا عَنكُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٲلِكَ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
Ṡumma ‘afaunā ‘ankum mim ba‘di żālika la‘allakum tasykurūn(a).
Setelah itu, Kami memaafkan kamu agar kamu bersyukur.
Allah Maha Pengasih dan Maha Pengampun kepada hamba-Nya. Walaupun Bani Israil telah melakukan kekafiran dan kemusyrikan sedemikian rupa, namun Allah masih memberikan maaf dan ampunan kepada mereka, agar mereka mensyukuri-Nya. Allah tidak segera menimpakan azab kepada mereka melainkan ditangguhkan-Nya sampai datangnya Nabi Musa a.s. dan memberitahukan kepada mereka cara menebus dosa, agar selanjutnya mereka mensyukuri nikmat-Nya.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 52
وَإِذْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ وَٱلْفُرْقَانَ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Wa iż ātainā mūsal-kitāba wal-furqāna la‘allakum tahtadūn(a).
(Ingatlah) ketika Kami memberikan kitab (Taurat) dan furqān kepada Musa agar kamu memperoleh petunjuk.
Dalam ayat ini Allah swt mengingatkan lagi kepada mereka tentang nikmat-Nya yang lain yaitu Kitab Taurat yang diturunkan kepada mereka sebagai bukti untuk menguatkan kerasulan Nabi Musa a.s. Kitab tersebut diturunkan kepada mereka melalui Nabi Musa a.s. untuk mereka jadikan petunjuk. Dengan memahami isinya serta mengamalkan syariat dan petunjuk-petunjuk yang terkandung di dalamnya, diharapkan mereka kembali menjadi orang baik-baik, dan tidak lagi terjerumus kepada kesesatan yang lain, misalnya menyembah patung-patung, dan sebagainya.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 53
Pengulangan dimatikan.