QS. Al-Muddatstsir Ayat 15-16

Orang Berselimut · 2 ayat (15–16 dari 56)

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
Tampilkan rentang ayat
dari 56 ayat Semua ayat
15

ثُمَّ يَطْمَعُ أَنْ أَزِيدَ

Ṡumma yaṭma‘u an azīd(a).

Kemudian, dia ingin sekali agar Aku menambahnya.

Tafsir QS. Al-Muddatstsir Ayat 15

Ayat ini menyatakan bahwa al-Walid ingin sekali supaya Allah menambah kekayaannya, walaupun sudah demikian kaya dalam segala-galanya. Dia masih mengharapkan tambahan dari apa yang sudah ada. Begitulah watak manusia yang tidak kenal puas, tidak pernah terbatas angan-angan dan keinginannya. Watak ini akan selalu muncul sepanjang zaman. Rasulullah saw telah memperingatkan dalam sabdanya yang berbunyi:

Andaikata anak Adam (manusia) mempunyai satu lembah dari harta, pastilah ia menginginkan yang kedua dan jika ia memiliki dua lembah, pastilah ia menginginkan yang ketiga. (Riwayat al-Bukhari, Muslim, at-Tirmidhi, dan Ahmad dari Anas)

Dalam hadis lain, Rasulullah bersabda: عبّاس)

Dua orang yang banyak makan yang tidak pernah kenyang (yakni) penuntut ilmu dan pencari harta benda. (Riwayat ad-Darimi dari Ibnu 'Abbas).

Kesombongan al-Walid memang keterlaluan sekali. Al-Qurthubi mengatakan bahwa al-hasan dan lainnya berkata, "Al-Walid pernah melontarkan ucapan:

Kalau memang Muhammad itu seorang yang benar, tentulah surga itu tidak diciptakan melainkan untuk saya. (Riwayat al-Qurthubi dan al-Alusi)

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 15

16

كَلَّآ‌ۖ إِنَّهُۥ كَانَ لِأَيَـٰتِنَا عَنِيدًا

Kallā, innahū kāna li'āyātinā ‘anīdā(n).

Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia telah menentang ayat-ayat Kami (Al-Qur’an).

Tafsir QS. Al-Muddatstsir Ayat 16

Allah menegaskan bahwa sikap al-Walid itu tidak akan menambah apa yang diinginkannya, karena sesungguhnya ia menentang ayat-ayat-Nya. Allah sekali-kali tidak akan mengabulkan kehendaknya. Bahkan menurut riwayat, semenjak turunnya pernyataan Allah ini, harta dan kekayaan al-Walid semakin berkurang. Anak pun begitu, meninggal satu persatu sehingga habis semua. Akhirnya al-Walid tinggal sebatang kara.

Al-Walid selalu menunjukkan secara terang-terangan sikap menentang terhadap apa yang disampaikan Nabi Muhammad, berupa dalil-dalil tentang keesaan dan kekuasaan Allah, penjelasan tentang adanya hari kebangkitan, keterangan tentang risalah dan nubuat yang beliau bawa, dan lain-lain. Al-Walid menentang dengan keras wahyu Allah yang diturunkan melalui Muhammad saw. Oleh karena itu, ia berusaha pula hendak berbicara meniru gaya Al-Qur'an. Dia menganggap kalau Allah tetap hendak mengutus seorang rasul di kalangan bangsa Arab, maka tidak ada yang lebih pantas untuk menerima tugas suci itu melainkan dia sendiri. Begitulah kesombongan dan sikap keras kepala menghilangkan segala kesenangan duniawinya.

Segi lain yang kita ambil dari ayat ini adalah keingkaran al-Walid terhadap Allah dikategorikan kufur 'inad, maksudnya dia tahu betul dan mengakui dengan hati kecilnya bahwa apa yang disampaikan Nabi Muhammad adalah benar, namun lidah (ucapan) tetap mengingkarinya. Inilah jenis kekafiran yang paling kotor dan keji. Seperti banyak terdapat pada masa sekarang. Hati kecil mengakui ajaran agama itu benar dan menguntungkan, namun lidah tetap menentang karena berbagai faktor.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 16

Logo Islamipedia

Dukung Islamipedia

Dukung Rp10.000/bulan untuk pengembangan platform Islamipedia