فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ
Faman syā'a żakarah(ū).
Siapa yang berkehendak tentu mengambil pelajaran darinya.
Orang Berselimut · 2 ayat (55–56 dari 56)
فَمَن شَآءَ ذَكَرَهُۥ
Faman syā'a żakarah(ū).
Siapa yang berkehendak tentu mengambil pelajaran darinya.
Allah mengatakan bahwa barang siapa menghendaki Al-Qur'an sebagai petunjuk, niscaya dia mendapatkan pelajaran darinya. Siapa saja yang selalu ingat kepada Al-Qur'an, tidak melupakannya, dan menjadikan sebagai pedoman hidupnya, maka manfaatnya adalah untuk dirinya sendiri. Dalam Al-Qur'an terdapat kebahagiaan dunia dan akhirat.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 55
وَمَا يَذْكُرُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ هُوَ أَهْلُ ٱلتَّقْوَىٰ وَأَهْلُ ٱلْمَغْفِرَةِ
Wa mā yażkurūna illā ay yasyā'allāh(u), huwa ahlut-taqwā wa ahlul-magfirah(ti).
Mereka tidak akan mengambil pelajaran darinya (Al-Qur’an), kecuali (jika) Allah menghendakinya. Dialah yang (kita) patut bertakwa kepada-Nya dan yang berhak memberi ampunan.
Ayat ini menegaskan bahwa mereka tidak akan mengambil pelajaran dari Al-Qur'an kecuali jika Allah menghendakinya. Hanya Dia yang berhak memberi ampunan.
Tegasnya tidak ada yang memperoleh peringatan dan pengajaran dari Al-Qur'an melainkan siapa yang dikehendaki Allah. Tidak seorang pun yang sanggup berbuat demikian kecuali berdasarkan kekuasaan yang diberikan Allah. Begitulah Allah berbuat sekehendak-Nya tanpa terhalang oleh siapa pun. Oleh karena itulah kepada Allah saja manusia patut bertakwa, hanya Dia saja yang harus ditakuti dan Dia saja yang harus ditaati. Dialah memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang beriman.
Dalam sebuah hadis disebutkan:
Bahwasanya Rasulullah saw, membaca ayat ini "huwa ahlut-takwa wa ahlul-magfirah" dan bersabda, "Tuhanmu berfirman, 'Sayalah yang paling patut ditakuti, maka janganlah dijadikan bersama-Ku Tuhan yang lain. Barang siapa yang takwa kepada-Ku dan sekali-kali ia tidak menjadikan bersama-Ku Tuhan yang lain, maka Aku-lah yang berhak untuk mengampuninya." (Riwayat Ahmad, ad-Darimi, at-Tirmizi, an-Nasa'i, dan Ibnu Majah dari Anas bin Malik)
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 56
Pengulangan dimatikan.