QS. Al-Muddatstsir Ayat 9-10

Orang Berselimut · 2 ayat (9–10 dari 56)

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
Tampilkan rentang ayat
dari 56 ayat Semua ayat
9

فَذَٲلِكَ يَوْمَئِذٍ يَوْمٌ عَسِيرٌ

Fa żālika yauma'iżiy yaumun ‘asīr(un).

hari itulah hari yang sulit,

Tafsir QS. Al-Muddatstsir Ayat 9

Setelah memberikan pengarahan khusus kepada Nabi Muhammad (yang juga menjadi cermin pengajaran bagi umat beliau) yang dimulai dari ayat 1 sampai dengan ayat 7 di atas, maka pada ayat ini, Allah menjelaskan pula tentang suasana kedatangan hari Kiamat. Di hari yang dijanjikan itu, orang-orang yang telah menyakiti hati para rasul dan juru dakwah karena menyampaikan ajaran Allah, akan mengalami suatu kesulitan yang luar biasa. Mereka tersentak mendengar seruan Kiamat ditiup Malaikat Israfil. Mereka langsung merasakan betapa hebatnya kesulitan yang harus ditempuh. Oleh karena itu, Allah memerintahkan Nabi Muhammad supaya bersabar menghadapi gangguan-gangguan musuh tersebut.

Pada hari Kiamat, semua orang mendapatkan apa yang telah mereka amalkan: kesenangan yang abadi bagi orang yang beriman dan berjihad menegakkan keimanan yang benar, serta kecelakaan dan kesengsaraan bagi siapa yang ingkar dan hidup di atas keingkaran itu.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 9

10

عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ غَيْرُ يَسِيرٍ

‘Alal-kāfirīna gairu yasīr(in).

(yang) tidak mudah bagi orang-orang kafir.

Tafsir QS. Al-Muddatstsir Ayat 10

Dalam ayat ini ditegaskan lagi bahwa tidak mudah bagi orang-orang kafir menghadapi suasana hari Kiamat yang dahsyat dan menakutkan itu. Sebab, pada hari itulah mereka menerima segala hasil perbuatan mereka dalam buku amalan dari sebelah kiri sebagai tanda masuk neraka. Tidak ada lagi kebahagiaan bagi orang kafir pada hari tersebut. Semuanya serba susah dan pedih, tidak seperti kesenangan yang pernah mereka nikmati di dunia dahulu.

Kenapa mereka mengalami kesulitan? Selain pernah menerima buku di sebelah kiri, mereka juga harus mempertanggungjawabkan segala amal perbuatan mereka di hadapan Mahkamah Allah Yang Mahaadil, yang tidak seorang pun dapat mengelak dan tidak seorang pun yang merasa dirugikan. Sebab, di hari itu pula segala anggota tubuh ikut berbicara mengajukan kesaksian dengan sendirinya terhadap yang pernah dikerjakan, padahal mulut yang di dunia pandai bicara, pada hari itu terkunci rapat diam membisu seribu bahasa. Semua manusia pada hari Kiamat menundukkan kepala di hadapan Allah, mengakui kesalahan dan kekhilafan masa lalu, tetapi pintu penyesalan sudah ditutup. Adapun orang mukmin yang telah menggunakan waktu sebaik-baiknya untuk berjihad di jalan Allah, menghadapi kiamat dengan perasaan cerah, tanpa diliputi ketakutan sedikit pun. Mereka tidak akan dipersulit perhitungan amalnya, dan berjalan berbaris serta bersaf-saf menuju Mahkamah Ilahi dengan wajah cerah.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 10

Logo Islamipedia

Dukung Islamipedia

Dukung Rp10.000/bulan untuk pengembangan platform Islamipedia