وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
Wal-lażīna hum anil-lagwi muriḍūn(a).
orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,
Orang-Orang Mukmin · 2 ayat (3–4 dari 118)
وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنِ ٱللَّغْوِ مُعْرِضُونَ
Wal-lażīna hum anil-lagwi muriḍūn(a).
orang-orang yang meninggalkan (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,
Menjauhkan diri dari setiap perbuatan atau perkataan yang tidak berguna. Dalam ayat ini Allah menjelaskan sifat yang ketiga, yaitu bahwa seorang mukmin yang bahagia itu ialah yang selalu menjaga waktu dan umurnya supaya jangan sia-sia. Sebagaimana ia khusyuk dalam salatnya, berpaling dari segala sesuatu kecuali dari Tuhan penciptanya, demikian pula ia berpaling dari segala perkataan yang tidak berguna bagi dirinya atau orang lain.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 3
وَٱلَّذِينَ هُمْ لِلزَّكَوٲةِ فَـٰعِلُونَ
Wal-lażīna hum liz-zakāti fā‘ilūn(a).
orang-orang yang menunaikan zakat,
Menunaikan zakat wajib dan derma yang dianjurkan. Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa sifat keempat dari orang mukmin yang beruntung itu, ialah suka mengeluarkan zakat dan memberi derma yang dianjurkan, yang oleh mereka dipandang sebagai usaha untuk membersihkan harta dan dirinya dari sifat kikir, tamak serakah, hanya mengutamakan diri sendiri (egois), dan juga untuk meringankan penderitaan hamba-hamba Allah yang kekurangan, sesuai dengan firman-Nya:
Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu). (asy- Syams/91: 9)
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 4
Pengulangan dimatikan.