ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ
Ṡumma ansya'nā mim ba‘dihim qarnan ākharīn(a).
Kemudian, Kami ciptakan setelah mereka umat yang lain (kaum ‘Ad).
Orang-Orang Mukmin · 2 ayat (31–32 dari 118)
ثُمَّ أَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ
Ṡumma ansya'nā mim ba‘dihim qarnan ākharīn(a).
Kemudian, Kami ciptakan setelah mereka umat yang lain (kaum ‘Ad).
Ayat ini menerangkan bahwa Allah menciptakan umat yang lain setelah kaum Nuh, yaitu Kaum 'Ad kaumnya Nabi Hud, kaum samud kaumnya Nabi Saleh, dan kaum Madyan yaitu kaumnya Nabi Syuaib. Dari tiga kaum ini pendapat yang paling kuat yang sesuai dengan ayat ini kaum 'Ad karena dalam sejarah kenabian setelah Nabi Nuh yang diutus kemudian adalah Nabi Hud. Jadi, yang dimaksud dengan qarnan akharin adalah kaum 'Ad, samud dan Madyan.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 31
فَأَرْسَلْنَا فِيهِمْ رَسُولاً مِّنْهُمْ أَنِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـٰهٍ غَيْرُهُۥٓۖ أَفَلَا تَتَّقُونَ
Fa arsalnā fīhim rasūlam minhum ani‘budullāha mā lakum min ilāhin gairuh(ū), afalā tattaqūn(a).
Lalu, Kami utus kepada mereka seorang rasul dari (kalangan) mereka sendiri. (Dia berkata,) “Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Apakah kamu tidak bertakwa?”
Ayat ini menjelaskan bahwa Allah mengutus kepada kaum 'Ad itu seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yaitu Nabi Hud yang melaksanakan dakwah kepada mereka seraya menyerukan, "Hai kaumku, sembahlah Allah dan tinggalkanlah semua berhala-berhalamu, karena sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah dengan sebenarnya melainkan Dia. Mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 32
Pengulangan dimatikan.