مُسْتَكْبِرِينَ بِهِۦ سَـٰمِرًا تَهْجُرُونَ
Mustakbirīn(a), bihī sāmiran tahjurūn(a).
dengan menyombongkan diri dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya (Al-Qur’an) pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.
Orang-Orang Mukmin · 2 ayat (67–68 dari 118)
مُسْتَكْبِرِينَ بِهِۦ سَـٰمِرًا تَهْجُرُونَ
Mustakbirīn(a), bihī sāmiran tahjurūn(a).
dengan menyombongkan diri dan mengucapkan perkataan-perkataan keji terhadapnya (Al-Qur’an) pada waktu kamu bercakap-cakap pada malam hari.
Ayat ini menjelaskan bahwa mereka menolak semua ajaran yang dibawa Nabi Muhammad dan menganggap diri mereka lebih mulia daripada-nya karena mereka penguasa, pembela, dan penjaga Baitullah. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang lebih mulia dari mereka. Mereka menggunjingkan dan mencela Nabi saw habis-habisan di waktu bersantai di malam hari. Mereka menuduh Nabi sebagai tukang sihir, penyair, tukang tenung, dan lain sebagainya. Tindakan mereka itu tidak benar, karena Muhammad seorang rasul dan Allah akan mengeluarkan orang kafir dari tanah haram karena kejahatan mereka kepada Rasulullah.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 67
أَفَلَمْ يَدَّبَّرُواْ ٱلْقَوْلَ أَمْ جَآءَهُم مَّا لَمْ يَأْتِ ءَابَآءَهُمُ ٱلْأَوَّلِينَ
Afalam yaddabbarul-qaula am jā'ahum mā lam ya'ti ābā'ahumul-awwalīn(a).
Maka, tidakkah mereka merenungkan firman (Allah) atau adakah telah datang kepada mereka apa yang tidak pernah datang kepada nenek moyang mereka terdahulu?
Pada ayat ini Allah mencerca perbuatan dan ucapan mereka yang tak sopan dan tak masuk akal itu. Apakah mereka tidak memperhatikan ayat-ayat Al-Qur'an bagaimana indah dan tinggi susunan kata-katanya, padahal mereka mempunyai kesempatan yang luas untuk memperhatikannya. Tidak terdapat di dalam Al-Qur'an itu kelemahan, pertentangan atau sesuatu yang mengurangi nilai sastranya atau merendahkan pengertian yang terdapat di dalamnya. Bahkan Al-Qur'an berisi dalil-dalil dan hujjah-hujjah yang nyata yang tidak dapat dibantah, baik yang terkait dengan dasar-dasar akhlak yang mulia, maupun dengan syariat dan peraturan yang dapat membawa mereka ke derajat yang paling tinggi bila mereka mau mengamalkan dan mematuhinya. Ataukah mereka menganggap kedatangan Muhammad sebagai rasul suatu hal yang mustahil yang belum pernah terjadi pada umat-umat yang terdahulu, padahal mereka mengetahui adanya rasul-rasul yang terdahulu itu dan bagaimana nasib umat-umat yang mengingkari mereka, bahkan mereka melihat sendiri bekas-bekas kehancuran yang ditinggalkan umat-umat yang durhaka itu.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 68
Pengulangan dimatikan.