QS. Ali 'Imran Ayat 42-43

Keluarga Imran · 2 ayat (42–43 dari 200)

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
Tampilkan rentang ayat
dari 200 ayat Semua ayat
42

وَإِذْ قَالَتِ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ يَـٰمَرْيَمُ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَـٰكِ وَطَهَّرَكِ وَٱصْطَفَـٰكِ عَلَىٰ نِسَآءِ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Wa iż qālatil-malā'ikatu yā maryama innallāhaṣṭafāki wa ṭahharaki waṣṭafāki ‘alā nisā'il-‘ālamīn(a).

(Ingatlah) ketika Malaikat (Jibril) berkata, “Wahai Maryam, sesungguhnya Allah telah memilihmu, menyucikanmu, dan melebihkanmu di atas seluruh perempuan di semesta alam (pada masa itu).

Tafsir QS. Ali 'Imran Ayat 42

Ayat ini kembali menceritakan keluarga Imran, sesudah ayat yang lalu menceritakan hal ihwal keluarga Zakaria yang juga termasuk keluarga Imran. Dalam ayat ini Allah mengingatkan Nabi Muhammad saw, tentang peristiwa yang dialami oleh Maryam ketika dia didatangi oleh Malaikat Jibril (Maryam/19: 19-21). Pembicaraan Jibril dan Maryam di sini bukanlah seperti pembicaraan Jibril dengan nabi-nabi, yang merupakan penyampaian wahyu Allah kepada mereka melainkan sebagai pembicaraan malaikat dengan wali-wali Allah, yang berupa ilham.

Ungkapan rasa syukur Maryam kepada Allah dengan ibadah dan ketaatannya yang tidak putus-putusnya, menambah terpeliharanya kemuliaan dan kesempurnaan diri pribadinya, serta menambah jauhnya dari segala sifat yang tidak baik. Karena itu wajar bila Maryam memperoleh ilham dari Allah melalui Jibril sebagai penghormatan atas dirinya.

Jibril menandaskan bahwa Allah telah memilih Maryam untuk berkhidmat di Baitulmakdis, dan membersihkan dia dari keaiban lahir dan batin, serta menentukannya untuk melahirkan seorang nabi meskipun dia tidak pernah dijamah oleh seorang lelaki. Allah mengistimewakan Maryam atas semua perempuan di masanya. Sabda Rasul saw:

Perempuan terbaik di dunia ini adalah empat orang: Maryam binti Imran, Asiyah istri Fir'aun, Khadijah binti Khuwailid dan Fatimah binti Muhammad. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Hisyam bin hakim)

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 42

43

يَـٰمَرْيَمُ ٱقْنُتِى لِرَبِّكِ وَٱسْجُدِى وَٱرْكَعِى مَعَ ٱلرَّٲكِعِينَ

Yā maryamuqnutī lirabbiki wasjudī warka‘ī ma‘ar-rāki‘īn(a).

Wahai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujudlah, dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.”

Tafsir QS. Ali 'Imran Ayat 43

Allah mewajibkan kepada Maryam untuk taat kepada-Nya sebagai tanda syukur atas nikmat yang dianugerahkan-Nya kepadanya, dengan firman-Nya yang artinya, "Taatilah hai Maryam Tuhanmu, bersujudlah, dan rukuklah bersama orang-orang yang ruku"'. Yang dimaksud dengan "sujud" di sini adalah sujud seperti sujud dalam salat dan dimaksudkan dengan "ruku" ialah salat itu sendiri. Ayat ini memerintahkan kepada Maryam agar melakukan salat berjamaah bersama-sama orang lain.

Salat menurut pengertian orang Yahudi waktu itu ialah: doa atau bersujud. Sujud dengan meletakkan dahi ke tanah atau ke lantai itu salat mereka, semua ibadah yang dilakukan Maryam bertempat di mihrab.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 43

Logo Islamipedia

Dukung Islamipedia

Dukung Rp10.000/bulan untuk pengembangan platform Islamipedia