QS. Ali 'Imran Ayat 88-89

Keluarga Imran · 2 ayat (88–89 dari 200)

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
Tampilkan rentang ayat
dari 200 ayat Semua ayat
88

خَـٰلِدِينَ فِيهَا لَا يُخَفَّفُ عَنْهُمُ ٱلْعَذَابُ وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ

Khālidīna fihā, lā yukhaffafu ‘anhumul-‘ażābu wa lā hum yunẓarūn(a).

Mereka kekal di dalamnya (laknat). Tidak akan diringankan azab dari mereka, dan mereka tidak diberi penangguhan,

Tafsir QS. Ali 'Imran Ayat 88

Orang yang kafir sesudah beriman akan menerima kemurkaan dan siksa dari Allah selamanya, mereka akan kekal di dalam neraka Jahanam tanpa ada keringanan sedikit pun, mereka tidak mendapat pengampunan karena alasan apa pun, karena yang menyebabkan mereka mengalami siksaan itu ialah keingkaran dan kekafiran yang telah meresap dalam hati mereka. Sebab itu kemurkaan Allah tak dapat dihindarkan dengan alasan apa pun juga, dan azab Allah terhadap mereka tak dapat ditunda-tunda.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 88

89

إِلَّا ٱلَّذِينَ تَابُواْ مِنۢ بَعْدِ ذَٲلِكَ وَأَصْلَحُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

Illal-lażīna tābū mim ba‘di żālika wa aṣlaḥū, fa'innallāha gafūrur raḥīm(un).

kecuali orang-orang yang bertobat setelah itu dan memperbaiki (dirinya). Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tafsir QS. Ali 'Imran Ayat 89

Orang yang betul-betul bertobat dari perbuatannya dan kembali ke jalan yang benar, dengan meninggalkan kekafirannya, kemudian betul-betul menyesali perbuatannya yang salah dan memperbaiki masa depan dengan mengisinya dengan amal saleh, bersedia memupuk imannya dengan ajaran-ajaran yang benar, serta mau mengubah tingkah lakunya yang jahat yang mengotori jiwanya, bagi mereka masih dibuka pintu tobat yang selebar-lebarnya.

Dalam ayat ini terdapat suatu isyarat bahwa orang yang bertobat, tetapi tidak dibuktikan dengan amal yang baik, maka tobatnya tidak ada artinya menurut pandangan agama. Banyak orang yang menyatakan dirinya bertobat, dengan disertai penyesalan dan istigfar, tetapi kemudian mereka mengulangi perbuatan jahatnya itu. Orang yang semacam itu tobatnya tidak memberi pengaruh sedikit pun di dalam jiwanya, dan tidak sanggup mengobati penyakitnya. Seandainya mereka dapat membuktikan tobatnya dalam bentuk perbuatan nyata, niscaya mereka itu mendapat pengampunan dari Allah, dan mendapat rahmat-Nya.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 89

Logo Islamipedia

Dukung Islamipedia

Dukung Rp10.000/bulan untuk pengembangan platform Islamipedia