ثُمَّ تَوَلَّوْاْ عَنْهُ وَقَالُواْ مُعَلَّمٌ مَّجْنُونٌ
Ṡumma tawallau ‘anhu wa qālū mu‘allamum majnūn(un).
Kemudian, mereka berpaling darinya dan berkata, “Dia (Nabi Muhammad) diajari (oleh orang lain) lagi gila.”
Kabut Asap · ayat 14 dari 59
ثُمَّ تَوَلَّوْاْ عَنْهُ وَقَالُواْ مُعَلَّمٌ مَّجْنُونٌ
Ṡumma tawallau ‘anhu wa qālū mu‘allamum majnūn(un).
Kemudian, mereka berpaling darinya dan berkata, “Dia (Nabi Muhammad) diajari (oleh orang lain) lagi gila.”
Allah menerangkan bagaimana mereka itu berjanji akan beriman apabila azab mereka dihilangkan. Telah diutus kepada mereka seorang rasul yang memberikan peringatan dan penjelasan tentang kebenaran kenabian Muhammad saw dan Al-Qur'an itu dari Allah. Semua itu seharusnya cukup untuk menyadarkan mereka dan mengembalikan mereka kepada kebenaran, tetapi mereka tetap membangkang dan berpaling daripadanya, bahkan mereka itu menuduh bahwa ajaran yang disebarkan Muhammad saw itu diterima dari seorang Romawi, budak dari suku saqif bernama Addaz yang beragama Kristen. Ada juga di antara mereka menuduh Muhammad saw seorang gila dan ajaran yang dibawanya itu adalah berasal dari jin ketika Muhammad saw dalam keadaan tidak sadar.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.