QS. Al-A'raf Ayat 192

Tempat Tertinggi · ayat 192 dari 206

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
192

وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلَآ أَنفُسَهُمْ يَنصُرُونَ

Wa lā yastaṭī‘ūna lahum naṣraw wa lā anfusahum yanṣurūn(a).

(Berhala) itu tidak dapat memberikan pertolongan kepada mereka (para penyembahnya) dan (bahkan) kepada dirinya sendiri pun ia tidak dapat memberi pertolongan.

Tafsir QS. Al-A'raf Ayat 192

Ayat ini seperti ayat-ayat yang lalu menggambarkan penyembah-penyembah berhala pada umumnya, termasuk kemusyrikan Arab Mekah. Allah menjelaskan bahwa sembahan-sembahan kaum musyrikin itu tidak punya kesanggupan apa-apa, baik dalam memberi pertolongan terhadap diri mereka sendiri, ketika terjadi serangan dari musuh kepada penyembah-penyembah itu, ataupun mereka ditimpa oleh malapetaka, patung-patung itu tidak dapat memberikan pertolongan. Bahkan bila ada seseorang mengotori patung-patung itu atau mencuri perhiasannya, niscaya patung itu tidak dapat membela dirinya sendiri. Demikianlah patung-patung itu hanya disembah dan dibela, tetapi menyembah itu tak dapat imbalan apa-apa dari patung itu.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.

Ayat lain di Surat Al-A'raf