QS. Al-Jatsiyah Ayat 27

Berlutut · ayat 27 dari 37

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
27

وَلِلَّهِ مُلْكُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلْأَرْضِ‌ۚ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ يَوْمَئِذٍ يَخْسَرُ ٱلْمُبْطِلُونَ

Wa lillāhi mulkus-samāwāti wal-arḍ(i), wa yauma taqūmus-sā‘atu yauma'iżiy yakhsarul-mubṭilūn(a).

Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Pada hari terjadinya kiamat rugilah pada hari itu orang-orang yang mengerjakan kebatilan.

Tafsir QS. Al-Jatsiyah Ayat 27

Allah menjelaskan bahwa yang memiliki kekuasaan di langit dan di bumi ialah Allah. Tidak ada yang melebihi kekuasaan-Nya yang berlaku sesuai dengan kehendak-Nya. Tidak ada penguasa yang lain selain Dia dan tidak ada tuhan-tuhan lain yang pantas disembah selain-Nya. Kekuasaan-Nya meliputi seluruh alam; alam dunia dan alam akhirat. Allah juga berkuasa pada saat alam dunia berakhir dan mulainya hari akhirat. Pada saat itu manusia akan dibangkitkan dari alam kubur. Semua manusia akan digiring ke Padang Mahsyar untuk menghadapi ke pengadilan. Pada saat itu, perbuatan mereka akan diperiksa secara teliti. Tiap-tiap orang akan menerima catatan perbuatannya selama ia hidup di dunia, yang dibuat secara teliti oleh para malaikat pencatat amal. Pada hari itulah, tampak kemurungan orang-orang kafir yang mendustakan kebenaran ayat-ayat Allah. Kemurungan itu berubah menjadi kesengsaraan dan penderitaan yang amat berat ketika mereka diseret ke neraka Jahanam, disanalah mereka menampakkan penyesalan mereka, tetapi penyesalan itu tidak berguna lagi.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.

Ayat lain di Surat Al-Jatsiyah