QS. Al-Muddatstsir Ayat 19-20

Orang Berselimut · 2 ayat (19–20 dari 56)

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
Tampilkan rentang ayat
dari 56 ayat Semua ayat
19

فَقُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

Faqutila kaifa qaddar(a).

Maka, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?

Tafsir QS. Al-Muddatstsir Ayat 19

Allah mengutuk al-Walid dengan kata-kata "celakalah dia, bagaimana dia menetapkan?" Terkutuklah al-Walid dan orang Quraisy yang berbuat seperti itu. Sehubungan dengan hal ini, Allah berfirman:

Dan orang-orang Yahudi berkata, "Uzair putra Allah," dan orang-orang Nasrani berkata, "Al-Masih putra Allah." Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru ucapan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka; bagaimana mereka sampai berpaling? (at-Taubah/9: 30)

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 19

20

ثُمَّ قُتِلَ كَيْفَ قَدَّرَ

Ṡumma qutila kaifa qaddar(a).

Kemudian, binasalah dia. Bagaimanakah dia menetapkan?

Tafsir QS. Al-Muddatstsir Ayat 20

Maka celakalah al-Walid bagaimana dia menetapkan. Kata-kata ini diulang lagi oleh Allah. Begitu kerasnya kutukan Allah kepada al-Walid, karena dia telah menetapkan begitu saja bahwa apa yang diucapkan oleh Nabi Muhammad adalah sihir dan menuduh beliau sebagai tukang sihir, seperti disebutkan dalam ayat ke-24 di depan.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 20

Logo Islamipedia

Dukung Islamipedia

Dukung Rp10.000/bulan untuk pengembangan platform Islamipedia