ثُمَّ نَظَرَ
Ṡumma naẓar(a).
Kemudian dia memikirkan (untuk melecehkan Al-Qur’an).
Orang Berselimut · 2 ayat (21–22 dari 56)
ثُمَّ نَظَرَ
Ṡumma naẓar(a).
Kemudian dia memikirkan (untuk melecehkan Al-Qur’an).
Kemudian al-Walid memikirkan berulang-ulang kalau-kalau ada suatu kesalahan dalam ayat-ayat Al-Qur'an. Ia juga berharap kalau-kalau ada ayat Al-Qur'an yang sesuai dengan keinginannya. Lalu dia teliti kembali boleh jadi ada titik kelemahan ayat yang dapat dijadikan senjata untuk mengkritik dan mencela Nabi Muhammad.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 21
ثُمَّ عَبَسَ وَبَسَرَ
Ṡumma ‘abasa wa basar(a).
Kemudian, dia berwajah masam dan cemberut (karena tidak menemukan kelemahan Al-Qur’an).
Ayat ini mengungkapkan bahwa al-Walid bermasam muka dan cemberut karena gagal mencari kelemahan Al-Qur'an, dan tidak tahu lagi apa yang harus diucapkan untuk mencelanya. Hal ini merupakan isyarat bahwa al-Walid dan orang-orang yang ahli seperti dia sebenarnya dalam hati kecilnya telah mengakui kebenaran Nabi Muhammad. Hanya saja sikap keras kepalanya (kufur 'inad) mendorongnya untuk mencaci dan mencela Nabi. Andaikata ia mantap pada keyakinannya akan kebenaran tersebut, tentu dia mendapat yang ia inginkan. Tidak mungkin dia berwajah cemberut yang melambangkan perasaan yang tidak puas.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 22
Pengulangan dimatikan.