QS. Al-Muddatstsir Ayat 45-46

Orang Berselimut · 2 ayat (45–46 dari 56)

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
Tampilkan rentang ayat
dari 56 ayat Semua ayat
45

وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ ٱلْخَآئِضِينَ

Wa kunnā nakhūḍu ma‘al-khā'iḍīn(a).

Bahkan, kami selalu berbincang (untuk tujuan yang batil) bersama para pembincang,

Tafsir QS. Al-Muddatstsir Ayat 45

Ayat ini menjelaskan bahwa mereka ikut terlibat dalam perbuatan orang yang tercela, yang tidak senang kepada Islam dan Nabi Muhammad dengan menuduh beliau pendusta atau tukang sihir yang gila. Mengenai Al-Qur'an mereka menganggapnya hanyalah sihir, syair, atau mantra untuk tenung. Pokoknya mereka terlibat dalam perbuatan kebatilan.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 45

46

وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ ٱلدِّينِ

Wa kunnā nukażżibu biyaumid-dīn(i).

dan kami selalu mendustakan hari Pembalasan,

Tafsir QS. Al-Muddatstsir Ayat 46

Ayat ini mengutarakan pengakuan mereka selanjutnya bahwa mereka mendustakan hari kemudian. Artinya mereka mendustakan adanya hari hisab dan pembalasan atas segala perbuatan manusia, sampai datang kepada mereka keyakinan, yakni mati. Tegasnya mereka yakin dan melihat dengan mata kepala sendiri bahwa semuanya akan kembali kepada Allah di negeri akhirat.

Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafaat dari orang-orang yang memberi syafaat. Artinya kalau seseorang telah memiliki watak-watak seperti yang disebutkan dalam ayat di atas (tidak mengerjakan salat, tidak mau menghiraukan nafkah fakir-miskin, terlibat dalam perbuatan orang yang senang mencela, mendustakan kedatangan hari akhirat) syafaat (pertolongan) apa pun tidak berguna untuk menyelamatkan mereka dari siksaan api neraka. Sebab syafaat hanyalah berguna bagi yang berhak menerimanya.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 46

Logo Islamipedia

Dukung Islamipedia

Dukung Rp10.000/bulan untuk pengembangan platform Islamipedia