فَمَا لَهُمْ عَنِ ٱلتَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ
Famā lahum ‘anit-tażkirati mu‘riḍīn(a).
Lalu, mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)
Orang Berselimut · 2 ayat (49–50 dari 56)
فَمَا لَهُمْ عَنِ ٱلتَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ
Famā lahum ‘anit-tażkirati mu‘riḍīn(a).
Lalu, mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)
Pada ayat ini, dalam nada cercaan, Allah bertanya, "Mengapa orang-orang kafir itu berpaling dari peringatan-Ku?" Maksudnya adalah kenapa orang-orang Mekah dan orang-orang seperti mereka menentang kebenaran Al-Qur'an yang telah memberikan peringatan-peringatan begitu hebat dan dahsyat kepada mereka?
Cara berpaling dari Allah (dari Al-Qur'an itu) ada dua macam, yaitu: pertama, bersifat keras kepala dan sama sekali tidak mengakuinya (mengingkarinya); kedua, meninggalkan amal perbuatan yang disuruh-Nya. Demikian pendapat Muqatil, salah seorang tabi'in.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 49
كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُّسْتَنفِرَةٌ
Ka'annahum ḥumurum mustanfirah(tun).
seakan-akan mereka keledai liar yang terkejut
Kemudian digambarkan pula sikap orang-orang musyrik dan kafir itu menghindarkan diri dari peringatan agama. Mereka diibaratkan seperti keledai liar yang lari terkejut menjauh dari singa. Artinya mereka orang-orang musyrik itu lari dari Muhammad saw atau mereka yang kafir itu lari dari agama Islam, seperti keledai ketakutan lari dikejar singa, atau lari ketakutan karena diburu manusia (pemburu).
Ayat ini mengisyaratkan pula bahwa orang-orang yang seharusnya telah menerima seruan Islam dan mengambil pelajaran dari peringatan-peringatan yang diberikan Allah, malah justru menentangnya tanpa sebab-sebab yang logis. Di sini pula kita perbandingkan bagaimana seekor keledai lari ketakutan tanpa arah. Demikian pula manusia lari dari agama tanpa alasan yang tepat. Sifat berusaha menghindarkan diri dari kewajiban-kewajiban agama seperti itu kita lihat sekarang, memang sejak dari dulu telah digambarkan oleh Al-Qur'an.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 50
Pengulangan dimatikan.