فَرَّتْ مِن قَسْوَرَةِۭ
Farrat min qaswarah(tin).
lari dari singa.
Orang Berselimut · 2 ayat (51–52 dari 56)
فَرَّتْ مِن قَسْوَرَةِۭ
Farrat min qaswarah(tin).
lari dari singa.
Kemudian digambarkan pula sikap orang-orang musyrik dan kafir itu menghindarkan diri dari peringatan agama. Mereka diibaratkan seperti keledai liar yang lari terkejut menjauh dari singa. Artinya mereka orang-orang musyrik itu lari dari Muhammad saw atau mereka yang kafir itu lari dari agama Islam, seperti keledai ketakutan lari dikejar singa, atau lari ketakutan karena diburu manusia (pemburu).
Ayat ini mengisyaratkan pula bahwa orang-orang yang seharusnya telah menerima seruan Islam dan mengambil pelajaran dari peringatan-peringatan yang diberikan Allah, malah justru menentangnya tanpa sebab-sebab yang logis. Di sini pula kita perbandingkan bagaimana seekor keledai lari ketakutan tanpa arah. Demikian pula manusia lari dari agama tanpa alasan yang tepat. Sifat berusaha menghindarkan diri dari kewajiban-kewajiban agama seperti itu kita lihat sekarang, memang sejak dari dulu telah digambarkan oleh Al-Qur'an.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 51
بَلْ يُرِيدُ كُلُّ ٱمْرِىٍٕ مِّنْهُمْ أَن يُؤْتَىٰ صُحُفًا مُّنَشَّرَةً
Bal yurīdu kullumri'im minhum ay yu'tā ṣuḥufam munasysyarah(tan).
Bahkan, setiap orang dari mereka ingin diberi lembaran-lembaran (kitab) yang terbuka.
Dalam ayat ini, Allah menyebutkan contoh sikap mereka yang keras kepala yang tidak dapat diterima akal sehat atau oleh hati yang berperasaan. Masing-masing mereka berkehendak supaya diberikan kepadanya lembaran-lembaran catatan yang terbuka (kitab). Setiap mereka menginginkan pula diturunkan wahyu seperti yang telah diterima Nabi Muhammad. Ditambah lagi kitab itu agak istimewa buat mereka, yakni dengan lembaran-lembaran terbuka yang turun dari langit.
Diriwayatkan oleh ahli-ahli tafsir bahwa serombongan kaum Quraisy datang kepada Rasulullah dan mengatakan, "Alangkah baiknya kalau setiap pemimpin kami mempunyai kitab dalam lembaran terbuka yang turun dari Allah. Dalam kitab itu dapat kami baca keterangan yang menyebutkan engkau, hai Muhammad, adalah rasul-Nya. Lembaran itu pula yang menyuruh kami mengimani engkau dan mengikuti agama engkau."
Dari Qatadah diterima keterangan bahwa maksud ayat di atas ialah mereka menghendaki bebas dari segala dosa-dosa tanpa bekerja dan berbuat kebaikan sedikit pun.
Diriwayatkan pula bahwa Abu Jahal bersama rombongannya yang terdiri dari pemuka-pemuka Quraisy mengatakan kepada Nabi, "Hai Muhammad, kami tidak akan beriman kepada engkau melainkan bila engkau beri masing-masing kami kitab itu alamatnya masing-masing yang berasal dari Tuhan dan terdapat pula di sana suruhan yang memerintahkan kami mengikuti agama engkau." Ungkapan demikian juga terdapat dalam salah satu ayat Al-Qur'an:
Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca." Katakanlah (Muhammad), "Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?" (al-Isra'/17: 93)
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id. Buka halaman ayat 52
Pengulangan dimatikan.