إِذَا جَآءَكَ ٱلْمُنَـٰفِقُونَ قَالُواْ نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ ٱللَّهِۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُۥ وَٱللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ لَكَـٰذِبُونَ
Iżā jā'akal-munāfiqūna qālū nasyhadu innaka larasūlullāh(i), wallāhu ya‘lamu innaka larasūluh(ū), wallāhu yasyhadu innal-munāfiqīna lakāżibūn(a).
Apabila orang-orang munafik datang kepadamu (Nabi Muhammad), mereka berkata, “Kami bersaksi bahwa engkau adalah benar-benar utusan Allah.” Allah mengetahui bahwa engkau benar-benar utusan-Nya. Allah pun bersaksi bahwa orang-orang munafik itu benar-benar para pendusta.
Tafsir QS. Al-Munafiqun Ayat 1
Allah menerangkan bahwa apabila orang-orang munafik hadir pada majelis Nabi saw, di antaranya 'Abdullah bin Ubay, mereka mengakui dengan pengakuan yang tidak mengandung keraguan sedikit pun bahwa Muhammad saw itu benar-benar rasul dari sisi Allah, telah diberi wahyu, dan diturunkan kepadanya kitab Al-Qur'an sebagai rahmat kepada hamba-hamba Allah. Allah sebelumnya telah menandaskan bahwa Muhammad itu adalah rasul atau utusan-Nya kepada manusia seluruhnya, memberi kabar gembira dan ancaman untuk menyelamatkan mereka dari kesesatan, dan membawa mereka kepada petunjuk yang benar. Allah mengetahui kebohongan orang-orang munafik itu di dalam pengakuannya. Mereka itu benar-benar lain di mulut lain di hati. Orang munafik adalah orang yang beriman secara lahiriah, tetapi tidak secara batiniah.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.
Ayat lain di Surat Al-Munafiqun