وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Wa lā yaṣuddannakumusy-syaiṭān(u), innahū lakum ‘aduwwum mubīn(un).
Janganlah sekali-kali kamu dipalingkan oleh setan. Sesungguhnya ia merupakan musuh yang nyata bagimu.
Perhiasan dari Emas · ayat 62 dari 89
وَلَا يَصُدَّنَّكُمُ ٱلشَّيْطَـٰنُۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Wa lā yaṣuddannakumusy-syaiṭān(u), innahū lakum ‘aduwwum mubīn(un).
Janganlah sekali-kali kamu dipalingkan oleh setan. Sesungguhnya ia merupakan musuh yang nyata bagimu.
Selanjutnya Allah memperingatkan manusia agar tidak terjebak oleh tipu daya setan. Tugas manusia adalah beribadah, yaitu mengabdi kepada Allah dengan mempersembahkan kebaikan kepada seluruh alam. Dalam perjuangannya itu ia akan selalu dihalang-halangi dan dihadang oleh setan. Manusia harus melawannya supaya usaha dan perjuangannya dalam mewujudkan kebaikan tidak sampai dihentikan setan.
Dengan demikian setan juga bekerja keras, untuk menjatuhkan manusia. Karena ia memang musuh sejati manusia. Permusuhan sejati itu terjadi karena setan dendam akibat dilaknat Allah dan diusir dari surga, karena ia tidak mau sujud kepada nenek moyang manusia, yaitu Adam.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.