وَيَرَى ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْعِلْمَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ هُوَ ٱلْحَقَّ وَيَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٲطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ
Wa yaral-lażīna ūtul-‘ilmal-lażī unzila ilaika mir rabbika huwal-ḥaqq(a), wa yahdī ilā ṣirāṭil-‘azīzil-ḥamīd(i).
Orang-orang yang diberi ilmu berpendapat bahwa (wahyu) yang diturunkan kepadamu (Nabi Muhammad) dari Tuhanmu itulah yang benar dan memberi petunjuk ke jalan (Allah) Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
Tafsir QS. Saba' Ayat 6
Allah menjelaskan bahwa berbeda dengan orang kafir yang tidak mau mempergunakan akal dan pikirannya dan secara apriori menolak apa yang diberitakan Al-Qur'an, sebagian Ahli Kitab, seperti 'Abdullah bin Salam, Ka'ab, dan lainnya, mengakui bahwa apa yang diberitakan dalam Al-Qur'an tentang akan datangnya hari kiamat adalah benar dan tidak dapat diragukan lagi. Mereka juga mengakui bahwa Al-Qur'an adalah petunjuk dari Allah kepada jalan lurus yang harus dipedomani oleh manusia untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Di dalam Al-Qur'an itu terdapat undang-undang, peraturan, dan hukum yang sesuai dengan fitrah manusia dan lingkungan hidupnya serta pasti akan membawa kebahagiaan.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.