QS. Thaha Ayat 122

Thaha · ayat 122 dari 135

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
122

ثُمَّ ٱجْتَبَـٰهُ رَبُّهُۥ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ

Ṡummajtabāhu rabbuhū fa tāba ‘alaihi wa hadā.

Tuhannya kemudian memilihnya (menjadi rasul). Maka, Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk.

Tafsir QS. Thaha Ayat 122

Tuhan Maha Pengasih lagi Maha Penyayang terhadap hamba-Nya apalagi terhadap orang yang diangkat menjadi khalifah di bumi, oleh sebab itu Allah tidak akan membalas keterlanjuran Adam memakan buah larangan itu dengan menimpakan siksaan atas dirinya, dalam keadaan lupa sehingga ia teperdaya dengan bujukan musuhnya, meskipun Adam telah melanggar larangan Tuhan yang telah memerintahkan supaya dia jangan sampai teperdaya oleh setan musuhnya itu, sehingga Adam dikeluarkan dari surga. Adam dan istrinya sangat menyesali perbuatannya dan telah bertobat meminta ampun kepada-Nya. Karena itu Allah mengampuni dosanya dan memilihnya menjadi orang yang dekat kepadanya. Akibat melanggar perintah Tuhan, Adam diperintahkan keluar dari surga dan turun ke bumi, dengan demikian ketetapan Allah bahwa Adam akan dijadikan Khalifah di muka bumi ini terlaksana, sebagaimana tersebut di dalam firman-Nya:

"Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." (al-Baqarah/2: 30)

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.

Ayat lain di Surat Thaha