QS. Al-Qalam Ayat 43

Pena · ayat 43 dari 52

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
43

خَـٰشِعَةً أَبْصَـٰرُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ‌ۖ وَقَدْ كَانُواْ يُدْعَوْنَ إِلَى ٱلسُّجُودِ وَهُمْ سَـٰلِمُونَ

Khāsyi‘atan abṣāruhum tarhaquhum żillah(tun), wa qad kānū yud‘auna ilas-sujūdi wa hum sālimun(a).

Pandangan mereka tertunduk dan diliputi kehinaan. Sungguh, dahulu (di dunia) mereka telah diseru untuk bersujud pada waktu mereka sehat (tetapi mereka enggan).

Tafsir QS. Al-Qalam Ayat 43

Dalam ayat ini diterangkan bahwa orang-orang kafir pada hari Kiamat berada dalam keadaan tidak berdaya sedikit pun. Tidak ada yang memberi mereka pertolongan dan mereka dalam keadaan hina-dina. Mereka hanya dalam keadaan penuh penyesalan, tetapi semua itu tidak berguna lagi.

Ketika hidup di dunia dahulu, mereka dalam keadaan sehat, berkecukupan, berkuasa, dan berpangkat, tetapi mereka tidak mau salat, sujud dan menyembah Allah, serta menyerahkan diri kepada-Nya. Setelah di akhirat, di waktu penyesalan itu tiba, mereka memanggil Tuhan, ingin mengerjakannya untuk menghambakan diri kepada-Nya, akan tetapi mereka tidak sanggup mengerjakannya lagi. Hal itu karena di samping tulang-tulang mereka telah lemah, pintu tobat juga telah ditutup. Hanya orang-orang beriman sajalah yang dapat bersujud di akhirat ketika Allah menampakkan diri-Nya kepada mereka

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.

Ayat lain di Surat Al-Qalam