QS. Al-Qashash Ayat 34

Kisah · ayat 34 dari 88

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
34

وَأَخِى هَـٰرُونُ هُوَ أَفْصَحُ مِنِّى لِسَانًا فَأَرْسِلْهُ مَعِىَ رِدْءًا يُصَدِّقُنِىٓ‌ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يُكَذِّبُونِ

Wa akhī hārūnu huwa afṣaḥu minnī lisānan fa'arsilhu ma‘iya rid'ay yuṣaddiqunī, innī akhāfu ay yukażżibūn(i).

Adapun saudaraku Harun, dia lebih fasih lidahnya daripadaku. Maka, utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan)-ku. Sesungguhnya aku takut mereka akan mendustakanku.”

Tafsir QS. Al-Qashash Ayat 34

Musa mengadukan kepada Tuhannya bahwa dulu dia pernah membunuh seorang anak muda. Hal itu telah tersiar luas di kalangan orang Mesir, dan Fir'aun telah menetapkan untuk membunuhnya. Hal itu sangat mengkhawatirkan Musa, siapa tahu setibanya di sana, Fir'aun dan kaumnya telah bersiap-siap untuk membunuhnya. Dengan demikian risalah yang telah dibebankan kepadanya menjadi terlantar.

Musa juga mengadukan bahwa ia mempunyai seorang saudara bernama Harun yang lebih fasih perkataannya daripadanya, lebih pandai berdebat dan memberikan keterangan. Dengan kefasihannya, Harun akan dapat membelanya, bila Fir'aun dan kaumnya membuat tuduhan-tuduhan yang mungkin memberatkannya.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.

Ayat lain di Surat Al-Qashash