QS. Ghafir Ayat 22

Maha Pengampun · ayat 22 dari 85

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
22

ذَٲلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانَت تَّأْتِيهِمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَـٰتِ فَكَفَرُواْ فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُۚ إِنَّهُۥ قَوِىٌّ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

Żālika bi'annahum kānat ta'tīhim rusuluhum bil-bayyināti fakafarū fa'akhażahumullāh(u), innahū qawiyyun syadīdul-‘iqāb(i).

Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya rasul-rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata lalu mereka ingkar. Maka, Allah mengazab mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuat lagi Maha Keras hukuman-Nya.

Tafsir QS. Ghafir Ayat 22

Sebab utama Allah menjatuhkan azab itu adalah kekafiran mereka. Mereka tidak mau menerima kebenaran yang dibawa para rasul, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, manusia perlu berbuat baik dalam hidup di dunia ini, dan adanya hari kemudian tempat manusia menerima balasan perbuatannya.

Apa yang disampaikan para nabi itu adalah kebenaran sejati dan tidak dapat dibantah, tetapi mereka menentangnya. Bila Allah menghukum, maka hukuman-Nya amat keras. Karena pembangkangan itu, Allah menghancurkan mereka. Itulah akibat pembangkangan terhadap kebenaran agama. Peristiwa-peristiwa itu hendaknya menjadi pelajaran bagi kaum kafir Mekah yang membangkang kepada ajakan Nabi Muhammad. Mereka hendaknya segera sadar dan berhenti dari kedurhakaan mereka karena mereka pun bisa mengalami nasib yang sama seperti umat-umat terdahulu itu.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.

Ayat lain di Surat Ghafir