Qasidah Burdah

Qasidah Burdah, syair pujian kepada Nabi Muhammad ﷺ.

1

Bait 1

أَمِنْ تَذَكُّرِ جِيرَانٍ بِذِي سَلَمٍ مَزَجْتَ دَمْعًا جَرَى مِنْ مُقْلَةٍ بِدَمِ

Amin tadzakkuri jîrânin bi dzî salam, mazajta dam‘an jarâ min muqlatin bidam.

Apakah karena mengenang para tetangga di Dzi Salam, engkau mencampur air mata yang mengalir dari kelopak matamu dengan darah?

Al-Bushiri, Qasidah Burdah Bagian pilihan yang lazim dibaca, bukan teks lengkap. Perlu ditashih dan dilengkapi dari kitab sebelum dipublikasikan.

2

Bait 2

أَمْ هَبَّتِ الرِّيحُ مِنْ تِلْقَاءِ كَاظِمَةٍ وَأَوْمَضَ الْبَرْقُ فِي الظَّلْمَاءِ مِنْ إِضَمِ

Am habbatir-rîhu min tilqâ’i kâzhimah, wa awmadhal-barqu fizh-zhalâ’i min idham.

Atau karena angin yang berembus dari arah Kazhimah, dan kilat yang berkelebat dalam gelap dari arah Idham?

3

Bait 3

فَمَا لِعَيْنَيْكَ إِنْ قُلْتَ اكْفُفَا هَمَتَا وَمَا لِقَلْبِكَ إِنْ قُلْتَ اسْتَفِقْ يَهِمِ

Famâ li‘ainaika in qultak-kufâ hamatâ, wa mâ liqalbika in qultastafiq yahimi.

Mengapa kedua matamu tetap mencucurkan air mata meski kau suruh berhenti, dan mengapa hatimu tetap gelisah meski kau suruh sadar?

4

Bait Pujian: Muhammad Pemimpin Dua Alam

مُحَمَّدٌ سَيِّدُ الْكَوْنَيْنِ وَالثَّقَلَيْنِ وَالْفَرِيقَيْنِ مِنْ عُرْبٍ وَمِنْ عَجَمِ

Muhammadun sayyidul-kaunaini wats-tsaqalain, wal-farîqaini min ‘urbin wa min ‘ajami.

Muhammad adalah pemimpin dua alam, dua makhluk berbeban (manusia dan jin), dan dua golongan, bangsa Arab maupun non-Arab.

5

Bait Syafaat

هُوَ الْحَبِيبُ الَّذِي تُرْجَى شَفَاعَتُهُ لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الْأَهْوَالِ مُقْتَحِمِ

Huwal-habîbulladzî turjâ syafâ‘atuhu, likulli haulin minal-ahwâli muqtahami.

Dialah kekasih Allah yang syafaatnya diharapkan untuk menghadapi setiap kengerian di antara berbagai kengerian yang datang menerjang.

6

Bait Memohon Perlindungan

يَا أَكْرَمَ الْخَلْقِ مَا لِي مَنْ أَلُوذُ بِهِ سِوَاكَ عِنْدَ حُلُولِ الْحَادِثِ الْعَمِمِ

Yâ akramal-khalqi mâ lî man alûdzu bihi, siwâka ‘inda hulûlil-hâditsil-‘amami.

Wahai makhluk termulia, tiada tempatku berlindung selain dirimu ketika bencana yang merata menimpa.

7

Bait Harapan Pertolongan di Hari Kiamat

إِنْ لَمْ تَكُنْ فِي مَعَادِي آخِذًا بِيَدِي فَضْلًا وَإِلَّا فَقُلْ يَا زَلَّةَ الْقَدَمِ

In lam takun fî ma‘âdî âkhidzan biyadî, fadhlan wa illâ faqul yâ zallatal-qadami.

Jika di hari kebangkitanku engkau tidak menggandeng tanganku sebagai karunia, maka katakanlah: celakalah ketergelinciran kaki ini.

8

Bait Kemuliaan Ilmu Nabi

فَإِنَّ مِنْ جُودِكَ الدُّنْيَا وَضَرَّتَهَا وَمِنْ عُلُومِكَ عِلْمَ اللَّوْحِ وَالْقَلَمِ

Fa’inna min jûdikad-dunyâ wa dharratahâ, wa min ‘ulûmika ‘ilmal-lauhi wal-qalami.

Sesungguhnya sebagian dari kemurahanmu adalah dunia dan akhirat, dan sebagian dari ilmumu adalah ilmu Lauh dan Qalam.

9

Bait Penutup: Shalawat

مَوْلَايَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا عَلَى حَبِيبِكَ خَيْرِ الْخَلْقِ كُلِّهِمِ

Mawlâya shalli wa sallim dâ’iman abadan, ‘alâ habîbika khairil-khalqi kullihimi.

Wahai Tuanku, limpahkanlah shalawat dan salam senantiasa selamanya kepada kekasih-Mu, sebaik-baik seluruh makhluk.

Maulid lainnya

Logo Islamipedia

Dukung Islamipedia

Infak Rp10.000/bulan untuk pengembangan platform Islamipedia