وَيَقُولُونَ سُبْحَـٰنَ رَبِّنَآ إِن كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولاً
Wa yaqūlūna subḥāna rabbinā in kāna wa‘du rabbinā lamaf‘ūlā(n).
Mereka berkata, “Maha Suci Tuhan kami. Sesungguhnya janji Tuhan kami pasti terlaksana.”
Memperjalankan pada Malam Hari · ayat 108 dari 111
وَيَقُولُونَ سُبْحَـٰنَ رَبِّنَآ إِن كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولاً
Wa yaqūlūna subḥāna rabbinā in kāna wa‘du rabbinā lamaf‘ūlā(n).
Mereka berkata, “Maha Suci Tuhan kami. Sesungguhnya janji Tuhan kami pasti terlaksana.”
Dalam ayat ini Allah swt menerangkan bahwa orang-orang yang telah diberi ilmu itu mengucapkan tasbih, yaitu lafal Subhanallah (Mahasuci Allah), sewaktu sujud tanda syukur kepada Allah swt. Mereka menyucikan Tuhan dari sifat-sifat yang tidak patut bagi-Nya, seperti menyalahi janji-Nya kepada umat manusia untuk mengutus seorang rasul. Mereka juga mengatakan bahwa sebenarnya janji Allah itu telah datang dan menjadi kenyataan.
Ayat ini menunjukkan kebaikan membaca tasbih dalam sujud. 'Aisyah r.a. berkata, "Adalah Rasul saw banyak membaca dalam sujud dan rukuknya:
Mahasuci Engkau ya Allah Tuhan kami, kami bertasbih dengan memuji-Mu. Ya Allah ampunilah aku. (Riwayat Muslim dalam Sahihnya)
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.