QS. Al-Isra' Ayat 22

Memperjalankan pada Malam Hari · ayat 22 dari 111

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
22

لَّا تَجْعَلْ مَعَ ٱللَّهِ إِلَـٰهًا ءَاخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُومًا مَّخْذُولاً

Lā taj‘al ma‘allāhi ilāhan ākhara fa taq‘uda mażmūmam makhżūlā(n).

Janganlah engkau menjadikan tuhan yang lain bersama Allah (sebab) nanti engkau menjadi tercela lagi terhina.

Tafsir QS. Al-Isra' Ayat 22

Allah swt melarang manusia menuhankan sesuatu selain Allah, seperti menyembah patung dan arwah nenek moyang walaupun dengan maksud mendekatkan diri kepada-Nya. Termasuk yang dilarang ialah mengakui adanya kekuatan lain selain Allah yang dapat mempengaruhi dirinya, atau melakukan perbuatan nyata, seperti memuja benda-benda, ataupun kekuatan gaib lain yang dianggap sebagai tuhan. Larangan ini ditujukan kepada seluruh manusia agar tidak sesat dan menyesal karena melakukan sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan terhadap Penciptanya. Mereka seharusnya mensyukuri nikmat Allah yang telah dilimpahkan kepada mereka, bukan menyekutukan-Nya karena tidak ada penolong manusia selain Allah.

Allah swt berfirman:

Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada yang dapat mengalahkanmu, tetapi jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapa yang dapat menolongmu setelah itu? (ali 'Imran/3: 160)

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.

Ayat lain di Surat Al-Isra'