فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Yang Maha Pengasih · ayat 25 dari 78
فَبِأَىِّ ءَالَآءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).
Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?
Ayat ini menantang jin dan mansuia agar menerangkan nikmat yang mereka dustakan sebagai berikut: Siapakah yang menciptakan bahan-bahan pembuatan bahtera itu? Atau bagaimanakah membuatnya? Apakah mereka kira bahwa iman kepada Allah sudah cukup dengan hanya bersyukur atas nikmatnikmat yang telah diberikan-Nya kepada mereka? Apakah matahari, bulan dan bintang, pohon-pohonan, tumbuh-tumbuhan, dan bijibijian, sungai-sungai dan lautan-lautan, mutiara dan marjan dijadikan-Nya untuk orang-orang yang tidak berakal? Atau dijadikanNya bagi orang-orang yang pandai bersyukur kepada-Nya atas nikmat-nikmat yang diberikan-Nya? Dan bagaimanakah mereka akan bersyukur kepada-Nya bila mereka tidak mengetahuinya?
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.