QS. An-Naml Ayat 46

Semut · ayat 46 dari 93

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
46

قَالَ يَـٰقَوْمِ لِمَ تَسْتَعْجِلُونَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبْلَ ٱلْحَسَنَةِ‌ۖ لَوْلَا تَسْتَغْفِرُونَ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Qāla yā qaumi lima tasta‘jilūna bis-sayyi'ati qablal-ḥasanah(ti), lau lā tastagfirūnallāha la‘allakum turḥamūn(a).

Dia (Saleh) berkata, “Wahai kaumku, mengapa kamu meminta disegerakan keburukan (azab) sebelum (meminta) kebaikan (rahmat)? Mengapa kamu tidak memohon ampunan kepada Allah agar kamu dirahmati?”

Tafsir QS. An-Naml Ayat 46

Melihat sikap dan tantangan kaumnya, Nabi Saleh mengatakan kepada mereka, "Wahai kaum kerabatku, mengapa kamu sekalian ingin azab disegerakan datang menimpamu, sebelum kamu beriman dan mengerjakan kebaikan. Mengapa kamu sekalian tidak segera beriman dan tetap dalam kekafiran? Padahal keimananmu itu dapat mendatangkan pahala dan kebahagiaan abadi bagimu. Sedangkan kekafiran itu akan mengakibatkan dosa dan azab yang kekal di akhirat nanti."

Selanjutnya Nabi Saleh menyeru agar kaumnya segera mohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya. Dengan demikian, dosa-dosa mereka akan diampuni Allah dan rahmat yang telah diberikan-Nya ditambah lagi dengan rahmat yang lebih besar lagi.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.

Ayat lain di Surat An-Naml