لَقَدْ وُعِدْنَا هَـٰذَا نَحْنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ إِنْ هَـٰذَآ إِلَّآ أَسَـٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ
Laqad wu‘idnā hāżā naḥnu wa ābā'unā min qabl(u), in hāżā illā asāṭīrul-awwalīn(a).
Sebelumnya kami telah diberi ancaman dengan (hari Kebangkitan) ini dan (begitu pula) nenek moyang kami sebelumnya. Sebenarnya ini hanyalah dongengan orang-orang terdahulu.”
Tafsir QS. An-Naml Ayat 68
Pada ayat ini, Allah menerangkan alasan orang-orang kafir yang mengingkari hari Kebangkitan dengan ucapan mereka bahwa sesungguhnya mereka selalu diberi ancaman seperti itu sejak nenek moyang mereka dahulu. Itu tidak lain hanya dongengan orang dahulu kala yang sama sekali tidak berdasarkan kenyataan.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.
Ayat lain di Surat An-Naml