Doa Haji & Umrah

Doa dan bacaan dalam rangkaian ibadah haji dan umrah.

1

Niat Ihram Umrah

نَوَيْتُ الْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul-‘umrata wa ahramtu bihâ lillâhi ta‘âlâ.

Aku berniat umrah dan berihram untuknya karena Allah Ta‘ala.

Niat dalam hati; lafaz ini lazim di Indonesia. Dapat juga dengan Labbaika allâhumma ‘umratan.

2

Niat Ihram Haji

نَوَيْتُ الْحَجَّ وَأَحْرَمْتُ بِهِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitul-hajja wa ahramtu bihî lillâhi ta‘âlâ.

Aku berniat haji dan berihram untuknya karena Allah Ta‘ala.

Niat dalam hati; lafaz ini lazim di Indonesia. Dapat juga dengan Labbaika allâhumma hajjan.

3

Talbiyah

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ

Labbaikallâhumma labbaik, labbaika lâ syarîka laka labbaik, innal-hamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, lâ syarîka lak.

Aku penuhi panggilan-Mu, ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.

HR. Al-Bukhari dan Muslim Dibaca sejak berihram hingga mulai melempar jumrah Aqabah (haji) atau mulai thawaf (umrah).

4

Takbir Ketika Menghadap Hajar Aswad

بِسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

Bismillâhi wallâhu akbar.

Dengan nama Allah, Allah Mahabesar.

Diucapkan setiap kali sejajar dengan Hajar Aswad saat thawaf, sambil mengisyaratkan tangan bila tidak dapat menyentuhnya.

5

Doa Antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad

وَمِنْهُمْ مَّنْ يَّقُوْلُ رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Wa minhum may yaqūlu rabbanā ātinā fid-dun-yā ḥasanataw wa fil-ākhirati ḥasanataw wa qinā ‘ażāban-nār(i).

Di antara mereka ada juga yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari azab neraka.”

QS. Al-Baqarah : 201 Dibaca di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad pada setiap putaran thawaf (HR. Abu Dawud).

6

Ayat Ketika Mendekati Bukit Shafa

۞ اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَاۤىِٕرِ اللّٰهِ ۚ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ اَنْ يَّطَّوَّفَ بِهِمَا ۗ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًاۙ فَاِنَّ اللّٰهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ

Innaṣ-ṣafā wal-marwata min sya‘ā'irillāh(i), faman ḥajjal-baita awi‘tamara falā junāḥa ‘alaihi ay yaṭṭawwafa bihimā, wa man taṭawwa‘a khairan fa innallāha syākirun ‘alīm(un).

Sesungguhnya Safa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka, siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, lagi Maha Mengetahui.

QS. Al-Baqarah : 158

7

Dzikir di Atas Bukit Shafa dan Marwah

اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

Allâhu akbar, allâhu akbar, allâhu akbar, lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr. Lâ ilâha illallâhu wahdah, anjaza wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal-ahzâba wahdah.

Allah Mahabesar (3x). Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tiada tuhan selain Allah semata; Dia menepati janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan pasukan sekutu sendirian.

HR. Muslim

8

Dzikir Hari Arafah

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr.

Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

HR. At-Tirmidzi Nabi ﷺ menyebut doa terbaik adalah doa pada hari Arafah, dan dzikir terbaik yang beliau dan para nabi sebelumnya ucapkan adalah kalimat ini.

9

Takbir Saat Melempar Jumrah

اللهُ أَكْبَرُ

Allâhu akbar.

Allah Mahabesar.

Dibaca 7× HR. Al-Bukhari Diucapkan pada setiap lemparan batu.

10

Doa Memohon Haji dan Umrah Diterima

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا

Allâhummaj‘alhu hajjan mabrûrâ wa sa‘yan masykûrâ wa dzanban maghfûrâ.

Ya Allah, jadikanlah ini haji yang mabrur, usaha yang disyukuri, dan dosa yang diampuni.

Doa yang lazim dipanjatkan jamaah. Untuk umrah, ganti hajjan dengan ‘umratan mabrûrah.

11

Doa Nabi Ibrahim dan Ismail Saat Membangun Ka‘bah

وَاِذْ يَرْفَعُ اِبْرٰهٖمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَاِسْمٰعِيْلُۗ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۗ اِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَآ اُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَۖ وَاَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۚ اِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Wa iż yarfa‘u ibrāhīmul-qawā‘ida minal-baiti wa ismā‘īl(u), rabbanā taqabbal minnā, innaka antas-samī‘ul-‘alīm(u). Rabbanā waj‘alnā muslimaini laka wa min żurriyyatinā ummatam muslimatal lak(a), wa arinā manāsikanā wa tub ‘alainā, innaka antat-tawwābur-raḥīm(u).

(Ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan fondasi Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa), “Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu, (jadikanlah) dari keturunan kami umat yang berserah diri kepada-Mu, tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan manasik (rangkaian ibadah) haji, dan terimalah tobat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima Tobat lagi Maha Penyayang.

QS. Al-Baqarah : 127-128 Dibaca untuk memohon agar amal ibadah diterima.

Doa lainnya

Logo Islamipedia

Dukung Islamipedia

Infak Rp10.000/bulan untuk pengembangan platform Islamipedia