أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Ashbahnâ wa ashbahal-mulku lillâh, walhamdulillâh, lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr.
Kami memasuki waktu pagi dan kerajaan pun milik Allah, segala puji bagi Allah. Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
HR. Muslim
أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Amsainâ wa amsal-mulku lillâh, walhamdulillâh, lâ ilâha illallâhu wahdahû lâ syarîka lah, lahul-mulku wa lahul-hamdu wa huwa ‘alâ kulli syai’in qadîr.
Kami memasuki waktu petang dan kerajaan pun milik Allah, segala puji bagi Allah. Tiada tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya segala kerajaan dan milik-Nya segala puji, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.
HR. Muslim
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Alhamdulillâhilladzî ahyânâ ba‘da mâ amâtanâ wa ilaihin-nusyûr.
Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami akan dibangkitkan.
HR. Al-Bukhari
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Allâhummaftah lî abwâba rahmatik.
Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.
HR. Muslim Dianjurkan masuk dengan kaki kanan dan mengucapkan shalawat serta salam kepada Nabi.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Allâhumma innî as’aluka min fadhlik.
Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu sebagian dari karunia-Mu.
HR. Muslim Dianjurkan keluar dengan kaki kiri.
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dzahabazh-zhama’u wabtallatil-‘urûqu wa tsabatal-ajru insyâ’allâh.
Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insya Allah.
HR. Abu Dawud
7
Doa Berbuka yang Lazim di Masyarakat
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allâhumma laka shumtu wa bika âmantu wa ‘alâ rizqika afthartu.
Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.
Lafaz ini sangat dikenal dan diamalkan, tetapi riwayatnya dinilai lemah oleh banyak ulama hadis. Lafaz yang lebih kuat riwayatnya adalah doa di atas.
8
Doa Malam Lailatul Qadar
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عُفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Allâhumma innaka ‘afuwwun tuhibbul-‘afwa fa‘fu ‘annî.
Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku.
HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah Diajarkan Nabi ﷺ kepada Aisyah ra. bila bertemu Lailatul Qadar.
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Allâhumma shayyiban nâfi‘â.
Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.
HR. Al-Bukhari
10
Doa Ketika Angin Kencang
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
Allâhumma innî as’aluka khairahâ wa khaira mâ fîhâ wa khaira mâ ursilat bih, wa a‘ûdzu bika min syarrihâ wa syarri mâ fîhâ wa syarri mâ ursilat bih.
Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kebaikan angin ini, kebaikan yang ada di dalamnya, dan kebaikan yang karenanya ia dikirim. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya, keburukan yang ada di dalamnya, dan keburukan yang karenanya ia dikirim.
HR. Muslim