QS. Asy-Syu'ara' Ayat 116

Para Penyair · ayat 116 dari 227

Keterangan warna tajwid
  • ٱ Hamzah wasl / lam syamsiyah / huruf tidak dibaca
  • ـا Mad thabi'i (2 harakat)
  • ـا Mad jaiz munfashil (2/4/6)
  • ـا Mad wajib muttashil (4–5)
  • ـا Mad lazim (6 harakat)
  • قـ Qalqalah
  • ن Ikhfa'
  • م Ikhfa' syafawi
  • ن Idgham bighunnah
  • ن Idgham bilaghunnah
  • م Idgham syafawi (mimi)
  • ت Idgham mutajanisain / mutaqaribain
  • ن Iqlab
  • نّ Ghunnah (2 harakat)
116

قَالُواْ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ يَـٰنُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمَرْجُومِينَ

Qālū la'illam tantahi yā nūḥu latakūnanna minal-marjūmīn(a).

Mereka berkata, “Wahai Nuh, jika tidak berhenti (dalam berdakwah), niscaya engkau akan termasuk orang-orang yang dirajam.”

Tafsir QS. Asy-Syu'ara' Ayat 116

Demikianlah Nabi Nuh melaksanakan tugasnya sebagai seorang rasul Allah. Ia berusaha sekuat tenaga menyampaikan seruan Allah, siang dan malam, baik secara sembunyi maupun terang-terangan. Semakin giat Nabi Nuh menyeru mereka, semakin kuat pula halangan dan rintangan yang diberikan kaumnya. Sikap mereka itu dilukiskan dalam firman Allah:

Dan sesungguhnya aku setiap kali menyeru mereka (untuk beriman) agar Engkau mengampuni mereka, mereka memasukkan anak jarinya ke telinganya dan menutupkan bajunya (ke wajahnya) dan mereka tetap (mengingkari) dan sangat menyombongkan diri. (Nuh/71: 7).

Akhirnya mereka mengancam Nabi Nuh untuk segera menghentikan usahanya mengajak mereka mengikuti agama yang didakwahkannya. Jika ia masih melanjutkan usahanya itu dan tidak menghentikannya, mereka akan merajam dan membinasakan Nabi Nuh.

Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.

Ayat lain di Surat Asy-Syu'ara'