قَالُواْ بَلْ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٲلِكَ يَفْعَلُونَ
Qālū bal wajadnā ābā'anā każālika yaf‘alūn(a).
Mereka menjawab, “Tidak, tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat begitu.”
Para Penyair · ayat 74 dari 227
قَالُواْ بَلْ وَجَدْنَآ ءَابَآءَنَا كَذَٲلِكَ يَفْعَلُونَ
Qālū bal wajadnā ābā'anā każālika yaf‘alūn(a).
Mereka menjawab, “Tidak, tetapi kami mendapati nenek moyang kami berbuat begitu.”
Pertanyaan-pertanyaan itu mereka jawab sesuai dengan apa yang mereka ketahui. Namun demikian, pada akhirnya Ibrahim mengetahui motif sesungguhnya dari penyembahan itu, yaitu merupakan tradisi yang diwarisi dari nenek moyang mereka. "Kami hanya mendapati nenek moyang kami berbuat demikian, dan kebiasaan itulah yang kami ikuti," jawab mereka dengan tegas kepada Ibrahim.
Sumber: Tafsir Kementerian Agama RI melalui EQuran.id.